Kopi Luwak Arabika Gayo Kopi Standar Internasional di Kaffeine No rating results yet


Error: attachment not found.

Kaffeine – Seperti yang kita ketahui, Indonesia adalah salah satu negara penghasil kopi terbesar di dunia. Kopi yang dihasilkan oleh Indonesia memiliki rasa dan aroma kopi yang unik, salah satunya yang terkenal adalah kopi dari jenis arabika. Memang pada awalnya, di Indonesia, kopi yang dibudidayakan terdiri dari beberapa jenis yaitu arabika, liberika dan robusta dengan karakteristik rasa yang berbeda-beda pula. Tetapi jenis liberika sudah tidak diproduksi lagi, karena minat pasar Indonesia dan Internasional yang lebih menyukai jenis arabika dan robusta. Arabika menguasai pasar dunia sekitar 60% dan sisanya sebesar 40% dikuasai oleh pasar robusta. Sebenarnya perbedaan mendasar kopi jenis arabika dan robusta ada pada karakter rasa, dimana kopi arabika memiliki rasa yang cenderung asam dan kopi robusta memiliki rasa yang cenderung pahit. Selain itu, menurut para penikmat kopi, aroma kopi arabika juga jauh lebih enak daripada kopi robusta dalam membangkitkan selera. Mengapa bisa terjadi perbedaan demikian?

kopi luwak arabika gayo asli kaffeine

Kopi dengan jenis arabika tumbuh pada dataran tinggi diatas 1000 – 2100 meter dari permukaan laut. Dalam hal ini faktor-faktor kelembaban udara, kandungan tanah dan kebersihan udara juga ikut mempengaruhi rasa dan aroma kopi. Diyakini, semakin tinggi dataran tempat biji kopi tumbuh maka kualitas biji kopi yang dihasilkan juga semakin baik yang akhirnya tentu saja berpengaruh langsung pada rasa dan aroma kopi itu sendiri.

Rasa kopi arabika yang lebih bisa dinikmati oleh masyarakat awam, membuat semakin banyak peminat kopi jenis ini. Salah satu kopi arabika yang terkenal dan memproduksi kopi jenis arabika terbesar di Asia adalah kopi arabika gayo yaitu kopi arabika yang berasal dari dataran tinggi Gayo, Aceh dimana menurut para ahli kopi, kopi arabika gayo memiliki citarasa yang khas dan diakui dunia. Karena itulah kopi arabika gayo lebih difokuskan untuk diekspor ke berbagai negara, khususnya Amerika dan beberapa negara di Eropa. Sebagai akibatnya, harga kopi arabika gayo menjadi sangat tinggi dibandingkan dengan jenis kopi robusta gayo yang diminati sebagian besar masyarakat Aceh.

Selain kopi arabika gayo, dataran tinggi gayo juga memproduksi kopi luwak liar gayo. Kopi luwak liar gayo ini berasal dari biji kopi yang dimakan oleh luwak, kemudian difermentasi dalam pencernaannya lalu keluar bersama dengan feses luwak itu sendiri. Pada saat dikeluarkan bersamaan dengan feses, biji kopi ini tetap utuh dan dipungut oleh petani untuk dikeringkan dan disangrai lalu digiling untuk menjadi bubuk kopi siap seduh. Bedanya kopi luwak liar dengan kopi luwak penangkaran ada pada proses mengkonsumsi biji kopi dan proses pengambilan fesesnya. Untuk kopi luwak liar, luwak benar-benar memilih sendiri biji kopi terbaik langsung dari alam untuk dikonsumsinya. Beda dengan luwak penangkaran yang mana pemberian makanan dan biji kopi dilakukan dan dipilihkan oleh petani. Hal ini yang membedakan rasa kopi luwak liar atau kopi luwak penangkaran.

Jika anda penikmat kopi, kemungkinan besar dapat membedakan mana kopi gayo yang asli dan tidak. Menurut para penikmat kopi, citarasa kopi gayo sangat unik yaitu merupakan perpaduan antara aroma rempah dan buah. Bahkan menurut ahli kopi dunia, Christopher Davidson, kopi gayo memiliki citarasa yang disebut heavy body and light acidity, dimana kopi gayo memiliki sensasi rasa keras dan aroma kopi yang sangat menggugah selera. Jadi tidaklah mengherankan jika kopi gayo dijuluki sebagai kopi organik terbaik di dunia.

Rasakan nikmatnya kopi arabika gayo menggunakan satu-satunya steampunk di Indonesia yang bisa anda coba di Kaffeine SCBD Jakarta.

Please rate this

Comments

comments

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *